NISN Akan Diganti dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan)

NISN Akan Diganti dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan)

Solusi Isi Ulang Pulsa Online
Kuota internet anda sudah mau habis? Isi ulang saja di situspulsa.com dijamin harga lebih murah dan proses lebih mudah
www.situspulsa.com
Ads by guru-up.date info
Loading...
NISN Akan Diganti dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan)
Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) adalah kode pengenal identitas siswa yang bersifat unik, standar dan berlaku sepanjang masa yang dapat membedakan satu siswa dengan siswa lainnya di seluruh sekolah Indonesia dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri; Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) diberikan kepada setiap peserta didik yang bersekolah di satuan pendidikan yang memiliki NPSN dan terdaftar di Referensi Kemendikbud.

NISN Akan Diganti dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan)

Mulai tahun ajaran 2019/2020, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) akan diganti dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Nomor Induk Kependudukan atau NIK adalah nomor identitas Penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai Penduduk Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri akan mengintegrasikan data pokok pendidikan (dapodik) di Kemendikbud dengan data kependudukan dan catatan sipil di Kemendagri. Integrasi data kependudukan dengan dapodik ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama antara Mendikbud Muhadjir Effendy dengan Mendagri Tjahyo Kumolo tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dalam Lingkup Tugas Kemendikbud pada 10 November 2016 lalu.

Salah satu tujuan integrasi data tersebut adalah untuk mendukung kebijakan zonasi dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mendikbud menuturkan bahwa melalui integrasi data kependudukan dengan data pendidikan, salah satu hal yang akan diubah dari sistem PPDB tahun ini adalah teknis pendaftaran anak ke sekolah tujuan. Sehingga kedepannya orang tua tidak perlu datang ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya karena akan ditetapkan oleh pemerintah terutama untuk masuk sekolah negeri melalui proses pendataan oleh sekolah besama aparat desa dan kelurahan setempat.

Selain itu, integrasi data pokok pendidikan (dapodik) dengan data kependudukan juga bertujuan untuk mendukung tercapainya rencana pemerintah dalam mewujudkan program wajib belajar 12 tahun. Setelah dilakukan integrasi data, data lengkap siswa akan bisa dilihat melalui NIK siswa bersangkutan sehingga pemerintah bisa memastikan program wajib belajar 12 tahun bisa dicapai. karena anak usia sekolah bisa dilacak dengan basis data kependudukan melalui integrase data.
Isi pulsa online 24 jam
loading...
Share this with short URL:
Facebook
Blogger
Pilih Sistem Komentar

No comments