Menjadi Guru Ideal dengan Pilar Profesional, Manajerial dan Spiritual

Menjadi Guru Ideal dengan Pilar Profesional, Manajerial dan Spiritual

Solusi Isi Ulang Pulsa Online
Kuota internet anda sudah mau habis? Isi ulang saja di situspulsa.com dijamin harga lebih murah dan proses lebih mudah
www.situspulsa.com
Ads by guru-up.date info
Mau Jadi Master Dealer Pulsa?
Harga paling murah, Produk lengkap, Pendaftaran Gratis!!
situspulsa.com
Ads by guru-up.date info

Loading...
guru ideal
Artikel MENJADI GURU IDEAL DENGAN PILAR PROFESIONAL, MANAJERIAL DAN SPIRITUAL ini ditulis oleh Askan Setiabudi, beliau adalah seorang Trainer Nasional. Artikel ini membahas tentang tiga pilar utama dalam meraih kesuksesan. Berikut adalah isi artikel yang berjudul MENJADI GURU IDEAL DENGAN PILAR PROFESIONAL, MANAJERIAL DAN SPIRITUAL.

Untuk meraih kesuksesan diperlukan minimal tiga pilar utama, yaitu profesional, manajerial dan spiritual. Misalnya sebagai seorang PENGAJAR, selain kita harus mempunyai profesionalisme di bidang yang kita ajarkan kita juga harus mempunyai kemampuan manajemen baik dalam hal kedisiplinan, emosional, kerjasama tim dan berbagai kemampuan manajemen yang lain.

Namun apakah cukup hanya sampai di situ? Ternyata banyak kita temui bahwa guru yang ahli manajemen dan juga profesional gagal dalam menjalani tugas-tugasnya. Banyak juga peristiwa yang menunjukkan kelemahan kita kalau hanya mengandalkan kemampuan manajerial dan professional. Masih kuat dalam ingatan kita bagaimana tragedi tenggelamnya kapal Titanic di Samudera Atlantik. Tidak ada yang menyangsikan bahwa kapal Titanic memiliki desain yang sangat professional dan tim manajemen pengendalian kapal yang sangat tangguh. Tapi kenapa kapal itu bisa tenggelam hanya karena menabrak ujung bongkahan es? 

Dalam peristiwa tersebut, Allah swt ingin menunjukkan kepada kita bahwa kekuatan yang tertinggi tetap ada di tanganNYA. Jadi percuma kita memiliki profesionalisme yang hebat dan manajemen yang tangguh, tapi kalau kita jauh dari Tuhan (spiritualisme) maka bisa jadi bukan keberhasilan yang kita dapatkan tapi malah kehancuran. 

Banyak rumus sukses versi spiritual yang diberikan oleh para ulama, misalnya: sedekah, shalat tahajjud, dzikir, shalat dhuha, berbakti kepada orang tua, dll. Pada training kali ini kami mau mengenalkan rumus sukses dengan cara ISTIGHFAR. 

Allah swt berfirman: “Maka mohon ampunlah kamu kepada Tuhanmu, karena sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya akan diturunkanNya hujan dari langit, ditambahkan hartamu, anakmu, dan akan dijadikan sungai-sungai dan kebun-kebun sebagai sumber kehidupan bagimu. Masa dengan kebesaranKu kamu tidak percaya…?” (Q.S. Nuh: 10-13) 

Kalau kita lihat ayat di atas maka bukankah seharusnya kita memperbanyak istighfar dalam keseharian kita. Sehingga proses belajar mengajar kita lebih dirahmati oleNYA, jumlah siswa kita meningkat dan apapun yang ada di sekitar kita akan menjadi sumber energi buat kesuksesan kita. 

Logika matematikanya ketika kita membersihkan diri kita, maka Allah yang maha suci akan mendekat kepada kita. Kalau Allah yang Maha Esa (1) mendekat kepada kita yang sedang dalam keadaan bersih (0) maka akan melahirkan KEKUATAN YANG TIADA TERHINGGA. Rumusnya 1/0 = ∞ (tak terdefinisikan= min haitsu laa yahtasib) 

Ada sebuah kisah seorang Ayah yang sedang bingung mencari nafkah. Lalu dia memutuskan untuk merantau keluar pulau sambil membawa jilbab untuk di jual di sana. Beberapa bulan jualannya tidak terlalu laris. Seringkali pembeli/tengkulak menghutang dulu baru membayar jika sudah ada uang atau jika barang sudah laku. Bahkan sampai-sampai dia berjualan di depan masjid ketika orang pulang shalat jum’at, itupun belum membuahkan hasil yang maksimal. 

Suatu saat dalam perjalanan menuju suatu tempat, dia bangun tengah malam, berwudlu’, shalat dua reka’at, lalu memanjatkan do’a dan beristighfar banyak-banyak. Deras mengalir air matanya mengingat istri dan anak-anaknya yang ditinggal di kampung halaman. Entah bagaimana nasib mereka sekarang….makan apa mereka….?! Tangisan itu semakin menjadi-jadi dan dia betul-betul mohon kepada Allah swt agar diampuni semua dosa-dosanya dan dibimbing bagaimana agar rizqinya lancar. 

Singkat cerita, esok paginya ketika dia sudah sampai di tujuan, dilangkahkanlah kakinya menuju suatu tempat mengikuti bisikan kata hatinya: pembeli yang biasa berhutang…..! Dia heran kenapa kakinya mantap melangkah kesana, padahal dia tahu itu rumah pembeli yang biasa berhutang….! Namun karena dia yakin bahwa Allah swt tidak mungkin salah, maka dia terus melangkah. Dan betul, pembeli yang dimaksud kembali berhutang setelah membayar hutangnya bulan kemarin…..”Ya Allah….manakah rizkiMU….?” desahnya sambil menerawang jauh. 

Tiba-tiba dia dikejutkan oleh seseorang yang bertanya tentang apa yang dia bawa. Usut punya usut ternyata orang itu adalah tamu si empunya rumah. Singkat kata terjadilah transaksi besar sekali saat itu, dan: CASH. “Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar! ternyata janjiMU benar ya Allah….!” Dalam sujud syukur dia terharu. 

Saudara sekalian, bukankah cerita di atas cukup untuk menjadikan kita merenung, APAKAH SEBANARNYA PENENTU KESUKSESAN KITA….? Tanpa bermaksud mengabaikan unsur profesionalisme dan manajerialisme, harusnya kita memasukkan unsur spiritual dalam proses belajar dan mengajar kita. 

Allah swt berfirman: “watuubuu ilallahi jamii’ah ayyuhal mu’minuun la’allakum tuflihuun.” (Q.S. 24: 31). Artinya: Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung/sukses. Dalam sebuah hadits juga dikatakan: “Barangsiapa memperbanyak istighfar maka Allah akan menghilangkan darinya segala kesusahan, menghilangkan darinya segala kesempitan, dan akan mendatangkan rizki dari jalan yg tak terduga.” (HR Abu Daud)
Isi pulsa online 24 jam
loading...
Share this with short URL:
Facebook
Blogger
Pilih Sistem Komentar

No comments