Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak Indonesia

Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak Indonesia

Solusi Isi Ulang Pulsa Online
Kuota internet anda sudah mau habis? Isi ulang saja di situspulsa.com dijamin harga lebih murah dan proses lebih mudah
www.situspulsa.com
Ads by guru-up.date info
Mau Jadi Master Dealer Pulsa?
Harga paling murah, Produk lengkap, Pendaftaran Gratis!!
situspulsa.com
Ads by guru-up.date info

Loading...
Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak Indonesia
Olahraga tradisional merupakan permainan asli rakyat sebagai aset budaya bangsa yang memiliki unsur olah fisik tradisional. Permainan rakyat yang berkembang cukup lama ini perlu dilestarikan, karena selain sebagai olahraga hiburan, kesenangan, dan kebutuhan interaksi sosial, olahraga ini juga mempunyai potensi untuk meningkatkan kualitas jasmani bagi pelakunya.

Olahraga tradisional semula tercipta dari permainan rakyat sebagai pengisi waktu luang. Karena permainan tersebut sangat menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya yang sangat besar, maka permainan tersebut semakin berkembang dan digemari oleh masyarakat sekitar. Permainan ini dilakukan dan digemari mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa, sesuai dengan karakter permainan yang dipakai. Beberapa permainan rakyat yang sudah cukup dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan menjadi olahraga tradisional adalah seperti egrang, terompah panjang, patok lele, gobak sodor (hadang), sumpitan, gebuk bantal, gasing, lari balok, tarik tambang, benteng, dagongan, panjat pohon pinang, sepak raga, lomba perahu, lompat batu nias, karapan sapi, dan lain-lain.

Berikut adalah beberapa olahraga tradisional yang mulai dilestarikan kembali di sekolah :

1. Gobak Sodor / Galah Asin / Galasin / Permainan Hadang
Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak Indonesia
Gobak Sodor / Galah Asin / Galasin / Hadang adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. 

Cara melakukan permainan Gobak Sodor ini yaitu:
Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak Indonesia
  • Membuat garis-garis penjagaan dengan kapur seperti lapangan bulu tangkis, bedanya tidak ada garis yang rangkap.
  • Membagi pemain menjadi dua tim, satu tim terdiri dari 3 – 5 atau dapat disesuaikan dengan jumlah peserta. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”.
  • Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga lapangan , caranya yang dijaga adalah garis horisontal dan ada juga yang menjaga garis batas vertikal. Untuk penjaga garis horisontal tugasnya adalah berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi seorang yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal maka tugasnya adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.
  • Sedangkan tim yang menjadi “lawan”, harus berusaha melewati baris ke baris hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal.
Aturan Cara Bermain Gobak Sodor Berikut ini peraturan-peraturan yang berlaku dalam permainan Gobak Sodor adalah sebagai berikut :
  • Pemain terbagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari 3 – 5 orang (disesuaikan).
  • Jika 1 kelompok terdiri dari 5 orang maka lapangan dibagi menjadi 4 kotak persegi panjang, yang berukuran 5m x 3m (disesuaikan).
  • Tim “jaga” bertugas menjaga agar tim “lawan” tidak bisa menuju garis finish.
  • Tim “lawan” berusaha menuju garis finish dengan syarat tidak tersentuh tim “jaga” dan dapat memasuki garis finish dengan syarat tidak ada anggota tim “lawan” yang masih berada di wilayah start.
  • Tim “lawan” dikatakan menang apabila salah satu anggota tim berhasil kembali ke garis start dengan selamat (tidak tersentuh tim lawan).
  • Tim “lawan” dikatakan kalah jika salah satu anggotanya tersentuh oleh tim “jaga” atau keluar melewati garis batas lapangan yang telah ditentukan. Jika hal tersebut terjadi, maka akan dilakukan pergantian posisi yaitu tim “lawan” akan menjadi tim “jaga”, dan sebaliknya.


2. Egrang
Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak Indonesia
Egrang adalah permainan tradisional yang mempergunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kecepatan dengan menempuh jarak yang telah ditentukan. Permainan ini sudah cukup dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan sering dilombakan pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus. 

Permainan egrang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kemampaun motorik. Manfaat yang akan dirasakan oleh pelaku permainan ini adalah kegembiraan, kualitas kebugaran, dan bersosialisasi. Alat terbuat dari sepasang bambu bulat, masing-masing bambu memiliki ukuran panjang + 2,75 m dan memiliki diameter antar 6 s.d 9 Cm. Pada ukuran 50 Cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata. 

Permainan tradisional egrang ini sering dilakukan di lapangan berumput, di stadion, atau tanah dataran. Yang terpenting kondisi lapangan yang dipergunakan untuk perlombaan permainan ini datar dan luas. Jumlah lintasan dibuat sesuai dengan kondisi ukuran area yang dipergunakan. Untuk lebih meriahnya perminan ini, sebaiknya lintasan yang dipergunakan minimal sebanyak tiga lintasan. Apabila dapat dibuat lebih dari itu, akan lebih baik dan meriah. Masing-masing lintasan dengan ukuran lebar 1 s.d 1,5 meter dan panjang 50 meter. 

Pemenang dalam permainan olahraga tradisional egrang ini ditentukan berdasarkan kecepatan waktu, artinya bahwa peserta yang mampu mencapai garis finish/garis akhirlah yang ditetapkan menjadi pemenang. Perlombaan di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, dan nasional untuk jumlah peserta dalam satu regu adalah sebanyak 3 (tiga) orang. Permainannya dilakukan secara bergantian (estafet) pada 50 meter pertama, sehingga jumlah keseluruhan pada permainan ini adalah mampu melakukan jarak 150 (seratus lima puluh) meter. 

Persyaratan permainan di tingkat daerah dan nasional : 
1. Peserta Egrang terdiri dari 3 pemain; 
2. Peserta harus menggunakan seragam team dan masing – masing regu diwajibkan menggunakan nomor punggung 1 s/d 3; 
3. Peserta diperkenankan membawa peralatan sendiri dengan ketentuan menggunagan bahan dari bamboo dengan ukuran ketinggian maksimal 2,75 m. Jarak penompang kaki dari bamboo terbawah adalah 50 cm, sedangkan diameter bamboo antara 6 s/d 9 (tidak boleh kurang); 
4. Start dibelakang garis dan posisi peserta masih berada di bawah (belum naik); 
5. Berjalan sesuai dengan lintasan masing- masing; 
6. Masing-masing orang dalam satu regu wajib menempuh jarak 50 m, sehingga jumlah total jarak tempuh untuk masing-masing regu adalah sepanjang 150 m. 
7. Sebelum pergantian pemain, pemain dan egrangnya harus seluruhnya melewati garis batas akhir; 
8. Pemain berikutnya menunggu di luar garis, tidak diperkenankan masuk dalam arena lomba; 
9. Dinyatakan sebagai Pemenang apabila pemain ketiga lebih dahulu melewati garis finish; 
10. Dinyatakan diskualifikasi jika: 
- Egrang menyentuh garis lintasan;
- jika kaki peserta menyentuh tanah (peserta jatuh); 
- Egrang tidak memenuhi ukuran sebagaimana ketentuan persyaratan; - Pergantian pemian dilakukan sebelum melewati garis batas.

3. Terompah Panjang / Bakiak
Terompah panjang / Bakiak adalah permainan olahraga tradisional yang mempergunakan kayu panjang dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kecepatan dengan menempuh jarak yang telah ditentukan. Sebagaimana permainan tradisional egrang, permainan terompah panjang ini juga sudah cukup dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. 

Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak IndonesiaPermainan ini dilakukan oleh tiga atau lima orang dalam sepasang terompah. Panjang terompah disesuaikan dengan jumlah pelaku yang akan mempergunakannya. Labar kayu 10 cm dengan ketebalan 2,5 cm. Pengait kedua kaki pelaku dibuat dari karet ban, dengan labar 7 cm. Sedangkan panjang karet disesuaikan dengan lingkar kaki. Pengait kaki ini dipaku dengan kuat di kedua sisi kayu. Jarak antara karet pengait dengan ujung depan dan ujung belakang kayu sepanjang 20 cm, sedangkan jarak antar karet pengait yang satu dengan lainnya 40 cm. Sehingga, apabila dalam satu kayu mempergunakan tiga karet pengait kaki, maka panjang keseluruhan kayu tersebut adalah 141 cm. Lain halnya, apabila dalam satu kayu mempergunakan lima karet pengait kaki, panjang keseluruhan kayu tersebut adalah 235 cm. 

Sebagaimana permainan tradisional egrang, permainan terompah panjang ini juga dilakukan di lapangan berumput, di stadion, atau tanah dataran. Yang terpenting kondisi lapangan yang dipergunakan untuk perlombaan permainan ini datar dan luas. Jumlah lintasan dibuat sesuai dengan kondisi ukuran area yang dipergunakan. Untuk lebih meriahnya perminan ini, sebaiknya lintasan yang dipergunakan minimal sebanyak tiga lintasan. Apabila dapat dibuat lebih dari itu, akan lebih baik dan meriah. Masing-masing lintasan dengan ukuran lebar 1 s.d 1,5 meter dan panjang 50 meter. 

Pemenang dalam permainan tradisional terompah panjang ini juga ditentukan berdasarkan kecepatan waktu. Waktu yang diambil adalah kaki terakhir melewati garis finish. 

Persyaratan permainan olahraga tradisional terompah panjang : 
1. Satu regu terdiri dari 5 orang pemain putra dan 2 cadangan; 
2. Start dibelakang garis dan peserta berada disamping terompah. 
3. Berjalan sesuai dengan lintasan masing- masing. 
4. Jarak tempuh yaitu 50 m PP, total 100 m. 
5. Sebelum berbalik arah, pemain dan terompah harus seluruhnya melewati garis. Adapun cara berbalik yaitu pemain keluar dari terompah kemudian terompah dibalik dengan cara diangkat. Tidak boleh hanya pemainnya saja yang berbalik arah tanpa memutar terompah. 
6. Setelah berbalik urutan posisi pemain harus sama seperti sebelumnya. 
7. Pada saat mengangkat terompah untuk berbalik, tidak boleh mengganggu pemain lain. 
8. Pada saat finish, terompah bagian belakang harus melewati garis finish. 
9. Dinyatakan diskualifikasi jika: 
- terompah menyentuh garis lintasan. 
- jika kaki peserta menyentuh tanah.

4. Dagongan 
Dagongan adalah permainan olahraga tradisional yang mempergunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kekuatan untuk saling mendorong antara regu yang satu dengan regu yang lain. Permainan Olahraga tradisional dagongan ini merupakan kebalikan dari permainan tarik tambang. Untuk tarik tambang dalam cara bermain dengan saling manarik, sedangkan untuk permainan dagongan, kedua regu saling mendorong sekuat tenaga untuk mencari kemenangan. 

Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak Indonesia
Dagongan dimainkan secara beregu, baik putera maupun puteri. Jumlah anggota regu sebanyak 7 orang, terdiri dari 5 pemain dan 2 cadangan. Kedua regu diwajibkan memakai kostum seragam dengan nomor dada/punggung dimulai dari angka 1 s.d 7. Sebagaimana permainan tradisional lainnya, permainan dagongan ini sangat dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan sering dilombakan selain pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus, permainan ini juga sering dilakukan pada peringatan hari jadi Kabupaten atau Kota. 

Permainan olahraga tradisional dagongan ini dilakukan di arena berumput dan memiliki permukaan yang datar/rata. Area dagongan merupakan area petak persegi panjang yang mempunyai ukuran 2 meter x 18 meter. Garis tengah dibuat untuk membagi dua lapangan dengan sama panjang. Area serang dibatasi oleh garis pembatas dengan jarak 2,5 meter dari garis tengah. Garis serang ini merupakan garis batas kaki pemain paling depan. Seluruh garis pembatas lapangan sebaiknya dibuat dari kapur saja. 

Peserta dinyatakan sebagai pemenang, apabila salah satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan score 2 – 0 atau 2 – 1 (kalau terjadi seri). Interval antara dorongan pertama dan kedua adalah 3 menit, dan apbila terjadidraw (seri) diberi waktu 5 menit. Apabila terjadi pelanggaran, 3 orang pemain keluar dari garis samping, secara otomatis regu tersebut dinyatakan kalah. 

Bambu yang dipergunakan dalam permainan olahraga tradisional ini adalah menggunakan bamboo yang mempunyai ketebalan dan kekuatan yang dipersyaratkan. Tidak diperkenankan menggunakan bamboo dengan diameter yang terlalu kecil dan mudah patah, karena dapat membahayakan seluruh pemain. Bambu yang dipergunakan minimal berdiameter 12 cm – 18 cm dengan ukuran panjang 5m–8m. 

Persyaratan permainan adalah sebagai berikut : 
1. Satu regu terdiri dari 5 orang pemain putri ditambah 2 pemain putri cadangan; 
2. Berat badan pemain maksimal 60 kg; 
3. Timbang berat badan dilakukan 1 jam sebelum pertandingan dimulai. 
4. Jika pemain kelebihan berat badan, diberikan waktu 10 menit untuk menurunkan. 
5. Jarak garis kemenangan yaitu 2, 5 m. Team yang berhasil mendorong melampaui garis dinyatakan sebagai pemenang; 
6. Pemain dinyatakan sebagai pemenang jika 2 kali memenangkan pertandingan, apabila punya nilai sama (draw) diulang dengan istirahat 5 menit; 
7. Penentuan pemain dan tempat ditentukan melalui undian; 
8. Team yang keluar dari batas lintasan di diskualifikasi; 
9. Team yang memutar bambu di diskualifikasi; 
10. Jika kedua team sama-sama keluar dari garis batas, maka pertandingan diulang.

5. Bentengan
Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak IndonesiaPermainan "Benteng" adalah salah satu permainan asli rakyat Indonesia yang perlu dibina dan dilestarikan, mengingat dalam permainan tersebut mengandung unsur positif dan mempunyai sifat permainan untuk perlu dilestarikan, yaitu mengandung unsur massal, murah, manarik, serta menggembirakan. Secara terselubung bahwa olahraga permainan "Benteng" ini merupakan suatu kegiatan kebudayaan yang di dalamnya terdapat unsur kesehatan, sportifitas, keindahan, kejujuran, kesetiakawanan (solidaritas), keuletan, ketekunan, dan kebanggaan nasional apabila hal ini dilakukan secara teratur, terencana, dan terpimpin. 

Jenis-jenis Olahraga Tradisional Anak Indonesia
Peraturan permainan "Benteng" 
1. Tempat/Lapangan, bentuk persegi panjang, ukuran 50 m x 50 m, daerah benteng berbentuk lingkaran berdiameter 3 meter. Lingkaran tersebut dengan jarak 10 meter dari garis belakang dan garis samping. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. Sedangkan daerah tawanan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10 meter x 1 meter; 
2. Peralatan (a) bendera dua helai 30 cm x 20 cm dengan warna yang berbeda (b) Tiang bendera : dua meter dari permukaan tanah dengan garis menengah 5 cm (c) garis menggunakan kapur/cat/line paper (d) sempritan (e) jam/stop watch (f) nomor dada; 
3. Waktu dan lamanya permainan 2 x 25 menit dengan istirahat 10 menit; 
4. Setiap regu terdiri dari 10 orang, cadangan 2 orang; 
5. Cara bermain : (a) sebelum permainan dimulai diadakan undian (b) Regu yang menang undian memulai permainan dengan cara keluar dari benteng untuk memancing lawan (c) setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga sebagai pengejar. Ia akan menjadi pengejar regu lawan, apabila lawan lebih dahulu meninggalkan bentengnya dan ia akan menjadi orang yang dikejar oleh lawan apabila ia belakangan meninggalkan bentengnya (d) anggota regu yang tertangkap akan menjadi tawanan dari pihak lawan (e) cara menangkap cukup dengan menyentuh bagianbadan dari lawan (f) Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan, dapat bebas kembali apabila teman regunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian badannya. Tawanan yang lebih dari satu orang, semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang tawanan apabila satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergendengan (g) kapten egu ditandai dengan ban/pita dilengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. Bla kapten regu tertangkap, tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regu (h) benteng satu regu dinyatakan terbakar, apabila salah seorang dari regu lawan dapat membakar benteng dengan cara menginjakkan salah satu kakinya di daerah benteng lawan (i) setelah salah satu regu benteng terbakar, permainan dilanjutkan dengan regu yang berhasil membakar berfungsi sebagai pemancing (j) pemain yang keluar dari garis lapangan permainan dianggap tertangap. 
6. Pergantian pemain berlangsung setiap regu diperbolehkan mengadakan pergantian pemain sebanyak 2 kali; 
7. Wasit, pembantu wasit, dan pencatat (a) pertandingan dipimpin oleh seorang wasit dan dua orang pembantu wasit (b) tugas wasit, memimpin jalannya pertandingan (b) tugas pembantu wasit ialah membantu wasit, khusus dalam hal memancing, mengawasi garis, mengawasi tahanan dan pembakaran benteng (d) pencatat bertugas mencatat nilai yang diperoleh masing-masing regu dan mengawasi penggantian pemain; 8. Penilaian dan pentuan pemenang (a) regu yang dapat membakar benteng lawannya mendapat nilai satu. regu yang paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang (b) apabila pada akhir pertandingan kedua regu mendapat nilai yang sama, maka diadakan pertandingan perpanjangan 2 x 5 menit tanpa istirahat (c) apabila masih tetap sama, maka ditentukan dengan undian/tos.
Isi pulsa online 24 jam
loading...
Share this with short URL:
Facebook
Blogger
Pilih Sistem Komentar

2 comments

permainan yg nyaris punah ditelan zaman :'( #miris

@Alumni akhir-akhir ini mulai dikenalkan kembali pada anak-anak